Pemda Bekasi Berkomitmen Menjaga Lahan Pertanian

By admin 21 Jan 2013, 15:59:46 WIBHukum

GENCARNYA pembangunan kawasan industri, perumahan dan sentra bisnis di Kabupaten Bekasi dianggap tak mengancam lahan pertanian. Bahkan lahan abadi seluas 54 ribu hektar dianggap masih aman dari ancaman geliat pembangunan.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Rohim Mintareja. Kata dia, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga lahan pertanian dan berupaya mengembalikan nama daerah sebagai lumbung padi nasional.

“Memang lahan pertanian di Kabupaten Bekasi masih luas terutama di wilayah utara yang memang pernah direncanakan menjadi zona agro bisnis,” katanya.

Dituturkan Rohim, perubahan tata ruang pada 2011 lalu dipastikan tidak akan mengancam sisa lahan abadi saat ini. Apa lagi, pemerintah pusat sudah mencanangkan program swasembada pangan.

“Sejatinya lahan seluas itu (45 ribu hektar) memang harus ada di Kabupaten Bekasi,” katanya.

Menurut Rohim, ancaman pertanian yang paling terasa saat ini bukan dari geliat pembangunan, melainkan dari sistem irigasi yang tidak lancar. Persoalan itu kerap dihadapi oleh petani yang berada di selatan Kabupaten Bekasi seperti Serangbaru, Cibarusah dan Bojongmangu .

“Wilayah selatan memang sering terjadi gagal panen seperti kemarin banyak sawah yang kekeringan sehingga hasil yang didapat petani jauh dari harapannya,” ungkapnya.

Meski demikian, Rohim mengklaim kalau hasil pertanian di Kabupaten Bekasi masih surplus, terutama dari wilayah utara. Di tahun ini kata dia, petani di utara bisa menghasilkan hingga sembilan ton. Hasil itu lebih besar ketimbang tahun sebelumnya yang hanya mampu mendapatkan lima ton gabah.

“Sekarang surplus 24 ribu ton, ini membuktikan pertanian di Kabupaten Bekasi masih bagus,” ujarnya.

“Jadi kita butuh petani yang kreatif supaya ada peningkatan pertanian di Kabupaten Bekasi,” tambahnya


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment